Senin, 21 Mei 2012

perawatan gigi

A. Konsep Dasar Gigi 1. Pengertian Gigi merupakan salah satu organ pengunyah, yang terdiri dari gigi- gigi pada rahang atas dan rahang bawah, lidah, serta saluran-saluran penghasil air ludah ( Tarigan, 2004). Karries gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jarinagan, dimulai dari permukaan gigi (Pits, fissure dan daerah interproksimal) meluas kearah pulpa (Bruer, 1995), Sedangkan menurut (Tarigan, 1990) mengatakan bahwa karries adalah proses netralisasi yang disebabkan oleh suatu interaksi antara (produk-produk) mikroorganisme ludah, bagian-bagian yang berasal dari makanan dan email. 2. Bagian – Bagian gigi a. Email Email yaitu lapisan terluar gigi yang meliputi seluruh corona, dalam bahasa Inggris disebut Crown artinya mahkota. Email merupakan bagian paling keras dari seluruh bagian gigi bahkan lebih kersa dari tulang. Email tersusun atas air 2,3 %, bahan organik 1,7 %, bahan anorganik 96%.. b. Dentin Dentin yaitu bagian yang terletak di bawah email, merupakan bagian terbesar dari seluruh gigi. Dentin lebih lunak dari email. Dentin tersusun atas 13,2 % air, 17 % bahan organik, dan 69 % bahan anorganik. c. Jaringan pulpa Jaringan benak gigi/sum-sum gigi, yaitu jaringan lunak yang terdapat di dalam kamar pulpa/ ruang dan seluruh saluran akar. Jaringan ini terdiri dari jaringan limfe, pembuluh darah arteri/ vena, dan urat syaraf. d. Sementum yaitu bagian yang meliputi seluruh lapisan luar gigi, kecuali pada bagian lubang pucuk/ ujung akar gigi disebut foramen apikalis. Sama seperti email dan dentin, sementum terdiri atas air 32 %, bahan organik 12 % dan bahan anorganik 56 % (Ircham Mc, 2005). 3. Susunan Gigi anak TK Gigi sulung bila tumbuh lengkap berjumlah 20 buah, masing-masing gigi di rahang atas dan 10 gigi di rahang bawah, yang terdiri dari 4 gigi seri, 2 gigi taring, dan 4 gigi geraham. Gigi geraham pada sulung hanya satu macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam sehingga dibedakan menjadi gigi geraham besar dan gigi geraham kecil. Jumlah gigi tetap seluruhnya 32 buah (Ismu, 2008). Saat gigi sulung tanggal, biasanya bersamaan dengan saat gigi tetap (gigi dewasa ) tumbuh, tetapi ada pengecualian gigi geraham besar. Gigi geraham besar pertama mulai tumbuh pada umur 6-7 tahun. Gigi geraham ini bukan gigi pengganti, artinya gigi ini langsung muncul pada deretan di belakang gigi – gigi sulung, baik pada rahang atas maupun rahang bawah. Jadi, gigi ini ( dan juga gigi geraham besar lainnya ) tumbuh tidak menggantikan gigi sulung, sedangkan gigi lainnya, geraham kecil, taring, dan seri akan tumbuh menggantikan gigi pendahulunya ( gigi sulung ). 4. Periode Pertumbuhan Gigi Pada Anak Pertumbuhan gigi pada anak ditandai dengan pemunculan gigi pada permukaan gusi dan diikuti dengan perubahan psosisi gigi dari dalam tulang pendukung gigi untuk menempati posisi fungsionalnya dalam rongga mulut. Pada umumnya, gigi sulung pertama kali akan muncul pada usia 6 bulan sesudah lahir dan seluruh gigi sulung selesai muncul pada usia 2,5 tahun, yang ditandai dengan gigi geraham sulung kedua telah mencapai kontak dengan gigi nantagonisnya. Urutan pertama gigi sulung yang tumbuh adalah gigi seri bagian bawah (biasanya pada usia 6-9 bulan), kemudian disusul dengan gigi seri bagian atas gigi seri kedua, yaitu gigi yang tumbuh disamping gigi seri pertama akan tumbuh saat usia 7-10 bulan. Terkadang gigi seri kedua di rahang bawah tumbuh ebih dulu sebelum gigi seri kedua di rahang atas. Kemudian, satu gigi geraham depan tumbuh pada usia 16-20 bulan. Gigi taring juga mulai muncul pada usia yang sama. Gigi geraham kedua tumbuh pada usia 20-30 bulan. Pada akhirnya, akar sulung gigi erbentuk sempurna pada usia 3 tahun. Kemudian,satu persatu gigi sulung akan tanggal dan akan digantikan dengan gigi permanen yang jumlahnya 32 buah, yang dimulai saat anak berusia 5-6 tahun sampai gigi geraham bungsu muncul pada usia 19-22 tahun (Tarigan, 2004 ). 5. Penyakit Gigi Pada Anak Secara umum penyakit yang menyerang gigi dimulai dengan adanya plak gigi. Plak timbul dari sisa makanan yang mengendap pada lapisan gigi yang kemudian berinteraksi dengan bakteri yang banyak terdapat dalam mulut, seperti Streptococcus mutans. Plak akan melarutkan lapisan email pada gigi yang lama kelamaan lapisan tersebut menipis. Terjadinya plak sangat singkat, yaitu hanya 10-15 menit setelah makan. Plak yang menumpuk kemudian membentuk karies gigi yang akhhirnya merusak email hingga melubangi gigi(Besford dalam Sumarti, 2006 ). a. Penyakit Karies Gigi Karies gigi adalah suatu proses kronis, regresif yang dimulai dengan larutnya mineral email, sebagai akibat terganggunya keseimbangan antara email dan sekelilingnya yang disebabkan oleh pembentukan asam mikrobial dari substrat (medium makanan bagi bakteri) yang dilanjutkan dengan timbulnya destruksi komponen-komponen organik yang akhirnya terjadi kavitasi (pembentukan lubang) (Schuurs, 1999 ). Sedang menurut staf pengajar Bagian Patologi Anatomi FK UI Jakarta (2003), karies gigi adalah penyakit yang terjadi karena enamel dirusak oleh berbagai asam hasil peragian hidrat arang oleh kuman Lactobacillus acidophilusatau kuman lain yang dapat membuat asam, enamel rusak pada ph 5,5 atau kurang. b. Proses Terjadinya Karies Gigi Proses terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya plak di permukaan gigi, sukrosa (gula) dari sisa makanan dan bakteri berproses menempel pada waktu tertentu yang berubah menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis (5,5) yang akan menyebabkan demineralisasi email berlanjut menjadi karies gigi (Schuurs, 1999). Secara perlahan-lahan demineralisasi interna berjalan ke arah dentin melalui lubang fokus tetapi belum sampai kavitasi (pembentukan lubang). Kavitasi baru timbul bila dentin terlibat dalam proses tersebut. Namun kadang - kadang begitu banyak mineral hilang dari inti lesi sehingga permukaan mudah rusak secara mekanis, yang menghasilkan kavitasi yang makroskopis dapat dilihat. Pada karies dentin yang baru mulai yang terlihat hanya lapisan keempat (lapisan transparan, terdiri atas tulang dentin sklerotik, kemungkinan membentuk rintangan terhadap mikroorganisme dan enzimnya) dan lapisan kelima (lapisan opak/ tidak tembus penglihatan, di dalam tubuli terdapat lemak yang mungkin merupakan gejala degenerasi cabang-cabang odontoblas). Baru setelah terjadi kavitasi, bakteri akan menembus tulang gigi. Pada proses karies yang amat dalam,tidak terdapat lapisan-lapisan tiga (lapisan demineralisasi, suatu daerah sempit, dimana dentin partibular diserang), lapisan empat dan lapisan lima (Schuurs, 1999). c. Kecepatan Proses Akumulasi plak pada permukaan gigi utuh dalam dua sampai tiga minggu menyebabkan terjadinya bersak putih. Waktu terjadinya bercak putih menjadi kavitasi tergantung pada umur, pada anak-anak satu setengah tahun,dengan kisaran enam bulan ke atas dan ke bawah, pada umur 15 tahun, dua tahun dan pada umur 21-24 tahun, hampir tiga tahun. Tentu saja terdapat perbedaan individual. Sekarang ini karena banyak pemakaian flourida, kavitasi akan berjalan lebih lambat daripada dahulu (Schuurs, 1999). Pada anak-anak, kemunduran berjalan lebih cepat dibanding orang tua, hal ini disebabkan : a. Email gigi yang baru erupsi lebih mudah diserang selama belum selesai maturasi setelah erupsi (meneruskan mineralisasi dan pengambilan flourida) yang berlangsung terutama satu tahun setelah erupsi. b. Remineralisasi yang tidak memadai pada anak-anak, bukan karena perbedaan fisiologis, tetapi sebagai akibat pola makannya (sering makan makanan kecil). c. Lebar tumbuli pada anak-anak mungkin menyokong terjadinya sklerotisa yang tidak memadai. d. Diet yang buruk Dibandingkan dengan orang dewasa, pada anak-anak terdapat jumlah ludah dari kapasitas buffer yang lebih kecil, diperkuat oleh aktivitas proteolitik yang lebih besar di dalam mulut (Schuurs, 1999 ) d. Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Karies Gigi 1. Faktor di dalam mulut yang berhubungan langsung dengan proses terjadinya karies antara lain : a) Adanya mikroorganisme Streptococcus mutans atau kuman yang mengeluarkan toxin/ racun yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Streptococcus berperan dalam proses awal karies yaitu lebih dulu masuk lapisan luar email. Selanjutnya Laktobasilus mengambil alih peranan pada karies yang lebih merusakkan gigi. Mikroorganisme menempel di gigi bersama plak. Plak terdiri dari mikroorganisme (70 %) dan bahan antar sel (30 %). Plak akan tumbuh bila ada karbihidrat, sedang karies akan terjadi bila ada plak dan karbohidrat b) Terdapatnya sisa-sisa makanan yang terselip pada gigi dan gusi terutama makanan yang mengandung karbohidrat dan makanan yang lengket seperti permen, coklat, biskuit, dll. c) Derajat keasaman saliva. Saliva berperan dalam menjaga kelestarian gigi. Banyak ahli menyatakan, bahwa saliva merupakan pertahanan pertama terhadap karies, ini terbukti pada penderita Xerostomia (produksi ludah yang kurang) dimana akan timbul kerusakan gigi menyeluruh dalam waktu singkat sekresi oleh 3 pasang kelenjar saliva besar yaitu glandula parotieda, glandula submandibularis, dan glandula sublingualis, serta beberapa kelenjar saliva kecil. Sekresi kelenjar anak-anak masih bersifat belum konstan, kerana kelenjarnya masih dalam taraf pertumbuhan dan perkembangan. Saliva berfungsi sebagai pelicin, pelindung, penyangga, pembersih, pelarut dan anti bakteri. Saliva memegang peranan lain yaitu dalam proses terbentuknya plak gigi, saliva juga merupakan media yang baik untuk kehidupan mikroorganisme tertentu yang berhubungan dengan karies gigi. Sekresi air ludah yang sedikit atau tidak ada sama sekali memiliki prosentase karies yang tinggi Kebersihan mulut yang buruk akan mengakibatkan prosentase karies lebih tinggi (Tarigan, 2004). d) Frekuensi makan makanan yang menyebabkan karies (Makanan kariogenik). Frekuensi makan dan minum tidak hanya menimbulkan erosi, tetapi juga kerusakan gigi atau karies gigi. Konsumsi makanan manis pada waktu senggang jam makan akan lebih berbahaya daripada saat waktu makan utama . 6. Jenis Karies gigi berdasaran tempat terjadinya a. Keries Insipien Merupakan karies yang terjadi pada permukaan email gigi (lapisan terluar dan terkeras dari gigi), dan belum terasa sakit hanya ada pewarnaan hitam atau cokelat pada email. b. Karies Superfisialis Merupakan karies yang sudah mencapai bagian dalam dari email dan kadang-kadang terasa sakit. c. Karies Media Merupakan karies yang sudah mencapai bagian dentin ( tulang gigi) atau bagian pertengahan antara permukaan gigi dan kamar pulpa. Gigi biasanya terasa sakit bila terkena rangsangan dingin, makanan asam dan manis. d. Karies Profunda Merupakan karies yang telah mendekati atau bahkan telah mencapai pulpa sehingga terjadi peradangan pada pulpa. Biasanya terasa sakit secara tiba-tiba tanpa rangsangan apapun. Apabila tidak segera diobati dan ditambal maka gigi akan mati, dan untuk perawatan selanjutnya akan lebih lama dibandingkan pada karies – karies laninya. 7. Pencegahan Karries Gigi Usaha-usaha yang dilakukan untuk pencegahan karries gigi menurut (Tarigan, 1995) : a. Pemeliharaan kebersihan mulut Memelihara kebersihan mulut dengan cara menyingat gigi secara teratur dan benar sesudah makan bila tidak memungkinkan paling tidak dua kali sehari pagi dan malam sebelum tidur. b. Pengaturan pola makan Mengatur pola makan sesuai konsep empat sehat lima sempurna dan menghindari makanan yang merusak gigi yaitu makanan yang mengandung gula (kariogenik) yang melekat di permukaan gigi. c. Pemerikasaan gigi secara teratur Pemeriksaan gigi secara teratur ke puskesmas, rumah sakit, dan Dokter gig paling sedikit sebulan sekali. B. Konsep Makanan Kariogenik Makanan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut, makanan yang lunak dan melekat pada gigi amat merusak gigi, seperti permen, cokelat, biskuit, roti, cake (Tarigan, 2004). Makanan yang lengket serta melekat pada permukaan gigi dan terselip diantara celah-celah gigi merupakan makanan yang paling merugikan untuk kesehatan gigi. Termasuk dalam golongan makanan kariogenik yaitu makanan yang dapat memicu timbulnya kerusakan adalah makanan yang kaya akan gula (Houwink, 2000). Proses metabolisme oleh bakteri yang berlangsung lama dapat menurunkan derajat keasaman (pH) untuk waktu yang lama. Keadaan seperti ini akan memberikan kesempatan yang lebih lama untuk terjadinya proses pelepasan kalsium dari gigi (determinalisasi) Gula pasir (Sukrosa) dalam makanan merupakan penyebab utama gigi berlubang. Jika makanan yang dimakan mengandung gula pasir, pH mulut akan turun dalam waktu 2,5 menit dan teatp rendah sampai 1 jam. Bila gula pasir dikonsumsi 3x sehari, artinya pH mulut selama 3 jam akan berada di bawah 5,5 Proses determinalisasi selama periode waktu ini sudah cukup untuk mengikis email. Frekuensi makan dan minum tidak hanya menimbulkan erosi, tetapi juga kerusakan gigi atau karies gigi. Konsumsi makanan manis pada waktu senggang jam makan akan lebih berbahaya daripada saat waktu makan utama. Terdapat dua alasan, yaitu kontak gula dengan plak menjadi diperpanjang dengan makanan manis yang menghasilkan pH lebih rendah dan karenanya asam dapat dengan cepat menyerang gigi. C. Konsep Frekuensi Konsumsi Gula yaitu adanya gula konsentrasi tinggi yang normal terkandung dalam makanan manis yang dikonsumsi. Untuk mengerti dengan tepat efek kebiasaan makan pada kerusakan gigi, perlu diingat kembali peranan plak pada permukaan gigi. Ketika gula dalam bentuk cairan larut pada lapisan plak, asam akan dihasilkan oleh bakteri. Juga bahwa tanpa asam tersebut, kelarutan kristal kalsium dalam gigi berlangsung sangat lama dimana gigi tidak dapat dihancurkannya atau jumlah garam kalsium yang larut dalam aliran air liur akan sebanding dengan kalsium yang keluar dari air liur dan disimpan dalam gigi. Jika ada asam, keseimbangan tadi akan terpengaruh dan lebih banyak garam yang keluar daripada yang masuk. Tetapi tetap diperlukan jumlah asam minimum yang dapat mempengaruhi keseimbangan (Besford, 1999). Keasaman diukur dalam satuan yang disebut pH. Skala pH berkisar dari 0-14, dengan perbandingan terbalik, dimana makin rendah nilai pH, makin banyak asam dalam larutan. Sebaliknya, meningkatnya nilai pH berarti bertambahnya basa dalam larutan. Pada pH 7, tidak ada keasaman atau kebasaan larutan. Air liur secara normal sedikit asam, pHnya 6,5 (dapat berubah sedikit dengan perubahan kecepatan aliran dan perbedaan waktu dalam sehari), dan plak juga hampir sama Asam harus bertumpuk di dalam plak, dan pH pada permukaan gigi harus turun sampai di bawah 5,7, sebelum keseimbangan kalsium terpengaruh dan kristal kalsium kristal mulai larut. Karenanya pH= 5,7 dianggap sebagai titik pH kritis untuk kerusakan gigi. Dugaan urutan yang terjadi pada pH plak jika seseorang mulai makan makanan yang manis : a. Gula larut dalam air liur pada pH 6,5. b. Larutan gula masuk ke dalam lapisan plak pH 6,5 c. Terjadi produksi asam segera, pH mulai turun d. Satu setengah menit kemudian pH melewati titik kritis 5,7, dan terus turun, gigi mulai mengalami kerusakan (lubang) e. Bila makanan manis terus dimakan, pH akan terus menurun, kerusakan gigi berlangsung lebih cepat, bakteri berkembang biak dan membuat perekat glukan f. Bila makanan manis telah habis, gula dalam air liur ditelan, tetapi bakteri terus bekerja dengan gula yang sudah terdapat dalam plak, dan mulai membentuk asam dari perekat glukan. pH terus turun, dan kerusakan gigi berlangsung lebih cepat g. Setelah enam menit, biasanya kandungan gula dalam plak mulai habis, dan pH mulai naik h. Setelah 13 menit, pH meningkat melampaui titik kritis, proses kerusakan gigi berhenti (waktu 13 menit adalah minimal, dapat bervariasi dan dapat lebih lama). i. Setelah 25 menit atau lebih, pH plak sama dengan pH air liur Berdasarkan urutan kejadian atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa sepotong makanan manis menghasilkan 12 menit kerusakan gigi. Segala bentuk gula bekerja seperti itu, tetapi makin banyak konsentrasi gula (melebihi batas minimum), makin banyak asam yang dihasilkan (John Besford, 1999). D. Frekuensi Menggosok Gigi 1. Frekuensi Menggosok gigi Kesehatan mulut tidak dapat lepas dari etiologi dengan plak sebagai faktor bersama terjadinya karies. Penting disadari bahwa plak pada dasarnya dibentuk terus-menerus. Kebersihan mulut dapat dipelihara dengan menyikat gigi dan melakukan pembersihan gigi dengan benang pembersih gigi. Pentingnya upaya ini adalah untuk menghilangkan plak yang menempel pada gigi. Penelitian menunjukkan bahwa jika semua plak dibersihkan dengan cermat tiap 48 jam, penyakit gusi pada kebanyakan orang dapat dikendalikan. Tetapi untuk kerusakan gigi harus lebih sering lagi. Banyak para ahli berpendapat bahwa menyikat gigi 2 kali sehari sudah cukup yang paling utama adalah sebelum tidur (Ariningrum, 2000). 2. Cara Menyikat Gigi Menyikat gigi adalah cara umum yang dianjurkan untuk membersihkan gigi dari berbagai kotoran yang melekat pada permukaan gigi dan gusi Berbagai cara dapat dikombinasikan dan disesuaikan dengan kebiasaan seseorang dalam menyikat giginya. Agar menyikat gigi dapat optimal perlu diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut : a. Teknik penyikatan gigi yang dipakai sedapat mungkin membersihkan semua permukaan gigi dan gusi serta dapat menjangkau daerah saku gusi (antara gigidan gusi) serta daerah interdental (daerah diantara 2 gigi). b. Pergerakan sikat gigi tidak boleh menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan abrasi gusi (ausnya gigi). c. Teknik penyikatan harus sederhana, tepat, efisien dalam waktu serta efektif). d. Cara menyikat gigi, dengan gerakan keatas lalu kebawah, kesamping kiri dan kanan dengan gerakan yang sama kemudian ditarik keluar dan pindah kebagian dalam lakukan dengan cara yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar